Ada hal dimana saya membenci keadaan ini, berpakaian rapi dan siap berangkat namun dalam tiga langkah saja semuanya berubah. Pakaian yang tadinya rapi untuk menata masa depan yang belum pasti, untuk hari ini. Dalam jangka satu menit semuanya semuanya berubah. Berjongkok di jamban sambil menghelus-helus perut.
Ini keadaan yang membuat saya benci pada diri saya sendiri. Hanya bisa jongkok di jamban menunggu hal biasa itu keluar dengan pedisnya walau itu encer. Kalian pernah merasakannya tidak usah mengelak saya tahu kok. Kita sama-sama mengerti bagaimana rasanya bukan cuma kalian saja ada saya disini juga.
Benar, membuat saya marah pada diri saya sendiri sambil berkata apa yang kamu makan lagi sambil memikirkan makanan yang kemarin telah dimakan dan masih dalam keadaan jongkok di jamban.
Jamban itu seperti tempat tampungan kotoran yang keluar dari depan dan belakang, atau bisa disebut closet bukan close up atau bisa juga bahasa kasarnya tempat taimu atau bisa juga bahasa halusnya pergi cebok.
Akhirnya mengerti juga.
Dibanding dengan penyakit saya TBC ini penyakit yang paling saya benci harus keluar masuk WC lalu mengambil pose yang sama terus menerus hingga kaki keram saat berdiri. Penyakit keterlaluan.
Saat agak mendingan berselang 10 s/d 20 menit penyakit ini kambuh lagi sampai kehabisan tenaga mendorong hal biasa itu keluar. Ketika berdiri kaki keram saat keluar WC tiba-tiba tenaga terkuras sepenuhnya dengan pantat yang masih terasa pedis. Ini keterlaluan.
Lalu putar badan dan balik lagi, keadaan itu terus berulang di waktu yang berbeda dengan tanggal yang sama.
Sekian dan Terima Kasih.
0 Komentar untuk "16 Agustus 2016, Putar Balik WC"
Berikan Pendapat Anda Pada Tulisan Ini, Agar Tulisan Saya Tahu Kekurangannya. Sekian.